Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 9 Semester Ganjil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kelas 9 Semester Ganjil. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Agustus 2017

Resensi Buku "Matematika Kehidupan" Karya Muhammad Hifni


Matematika Kehidupan

Judul : MATEMATIKA KEHIDUPAN
Pengarang : Muhammad Hifni
Penerbit : Pustaka Intermedia, Surabaya
Tahun : 2017
Jumlah halaman : vii + 66

Sebagai mata pelajaran umum di sekolah dasar maupun menengah, Matematika kadang tidak begitu bersahabat di hati sebagian kecil para siswa. Matematika sering menjadi penyebab ketakutan siswa. Matematika seakan seperti monster yang akan siap menelan mentah-mentah batok kepala mereka.


Bila demikian,  ada apa dengan matematika?


Dalam buku kecil yang berjudul “Matematika Kehidupan” karya Muhammad Hifni akan mengantarkan sidang pembaca kepada esensi matematika itu sendiri. Siapa matematika, dan mengapa harus matematika, akan terjawab secara lugas dan faktual.

Begitu pula bagaimana matematika berperan dalam seluruh lini kehidupan, dikupas dengan singkat, padat, dan kekinian. Selayaknya makanan ringan (snack) yang gurih dan berasa di lidah.

Baca juga: Menulis Resensi Buku Pengetahuan

Pada dasarnya buku ini merupakan sebuah kontemplasi atau perenungan dari guru pembelajar yang selalu ingin mengubah keadaan supaya lebih baik. Utamanya pada gairah pembelajaran matematika di sekolah. Sehingga bebagai renungan itu tertuang ke dalam sebuah catatan dan dikonversikan menjadi sebuah buku. Lalu oleh si penulis, buku ini terasa hidup dan menyentuh ke relung jiwa.

Sebagai orang yang berlatar belakang ilmu sains, Muhammad Hifni berhasil memperkenalkan matematika dalam buku kecil ini. Mengungkap fakta-fakta dalam matematika, dan menyuguhkan berbagai fenomena yang terkadang tidak kita sadari.

Maka dengan hadirnya “Matematika Kehidupan” bisa menjadi gairah baru dalam pembelajaran matematika. Asumsi-asumsi miring pada pelajaran matematika terberbantahkan dalam buku ini. Sehingga sangat membantu dalam menyegarkan kembali pelajaran matematika di sekolah.

Buku sederhana ini bisa menjadi bahan bacaan ringan bagi para siswa maupun guru matematika. Karena sewaktu-waktu terkadang jenuh melihat angka-angka di buku pelajaran matematika. Buku ini akan menjadi selingan dan penyemangat yang akan menggugah kembali kecintaan akan ilmu-ilmu esksakta khususnya matematika.

Walaupun pada buku ini masih terdapat kekurangan terutama pada pemakaian tata bahasa baku bahasa Indonesia yang menyebabkan di beberapa bagian terdapat tipo, sehingga akan sedikit menyulitkan bagi pembaca setingkat pelajar SLTP. Namun demikian tidak mengurangi bobot isi buku ini.

Buku ini memang sepantasnya dimiliki oleh para siswa SLTP maupun SLTA. Sebagai sisi lain dari pelajaran yang bernama “MATEMATIKA, buku  ini berperan penting dalam mengubah mindset (pola pikir) para siswa yang terkadang sulit asyik mansyuk dengan pelajaran Matematika.

Selamat membaca.

Peresensi: Abduh Sempana

Bila Anda ingin menyelam lebih jauh ke dalam “Matematika Kehidupan”, bisa menghubungi langsug Penulis di nomor: 081803670532

Jumat, 23 September 2016

Materi Tentang Syair

Pengertian Syair
Syair merupakan bentuk puisi lama. Kata syair berasal dari Arab, syu'ur berarti tembang dan sya'ra berarti menembang.

Ciri-Ciri Syair
Syair memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Setiap bait terdiri atas empat baris.
  2. Setiap baris teridiri atas 8-12 suku kata.
  3. Setiap baris dalam satu bait diakhiri bunyi akhir yang sama atau berima sama. Rima disebut juga sajak. Pola sajaknya dapat dirumuskan dalam bentuk a-a-a-a.
  4. Hubungan antar bait sangat erat dan logis.
  5. Isinya berupa nasihat, cerita, dongeng, lukisan peristiwa, pengajaran, ataupun mistik.
Syair memiliki tema dan pesan. Tema merupakan sesuatu yang menjadi dasar dari sebuah karya sastra. Pesan merupakan keinginan penyair yang disampaikan melalui karyanya.

Contoh Syair

"Syair Abdul Muluk"

Berhentilah kisah raja Hindustan,
Tersebutlah pula suatu perkataan,
Abdul Hamid Syah paduka Sultan,
Duduklah baginda bersuka-sukaan.

Abdul Muluk putra baginda,
Besarlah sudah bangsawan muda,
Cantik majelis usulnya syahda,
Tiga belas tahun umurnya ada,

Parasnya elok amat sempurna,
Petah majelis bijak laksana,
Memberi hati bimbang gulana,
Kasih kepadanya mulya dan hina.

Akan Rahmah puteri bangsawan,
Parasnya elok sukar dilawan,
Sedap manis barang kelakuan,
Sepuluh tahun umurnya tuan.

Sangatlah suka duli mahkota,
Melihat puteranya besarlah nyata,
Kepada isteri baginda berkata,
"Adinda nin apalah bicara?

Kepada pikir kakanda sendiri,
Abdul Muluk kemala negeri,
Baiklah kita seri beristeri,
Dengan anakanda Rahmah puteri."

Permaisuri menjawab madah,
"Sabda kakanda benarlah sudah,
Kan anakanda Sitti Rahmah,
Patutlah sudah ia berumah."

...............................

Lihat : Contoh Soal Syair Pilihan Ganda